TRIBUNPOS DELI SERDANG, SUMUT | Lahan milik PTPN II yang berada di Batang Kuis Dusun VII Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi investasi bagi para pengelola galian C illegal.

Pasalnya, dari hasil pengamatan awak media di lokasi, salah satu pekerja galian C illegal yang kerap membagikan uang kepada orang yang datang seperti orang-orang LSM, OKP, hingga orang-orang Patroli, mengatakan bahwa pada lahan milik PTPN II akan dibuat kolam pancing. “Ini tanah PTPN II digali dan dibuat petak-petak seperti sawah, mau dibangun kolam pancing terluas di Batang Kuis. Nanti juga mau diadakan piala perlombaan memancing,” ujarnya, Sabtu (18/07/20).

“Pekerjaan ini atas perintah pihak yang sangat ditakuti oleh kepolisian terutama Polda Sumut, makanya pihak kepolisian tidak bisa menangkap alat berat kami,” tambahnya.

Sungguh aneh manakala penyerobotan pengelolaan lahan/tanah tersebut terjadi secara terang-terangan. Bahkan tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian tentang adanya pembangunan kolam pancing di atas lahan milik PTPN II, sehingga pihak pengelola galian C yang bertindak secara illegal ini merasa kebal hukum.

Selain merugikan pihak PTPN II sebagai pemilik lahan, warga sekitar pun keberatan dengan adanya kegiatan penggalian tersebut karena mobil-mobil yang membawa hasil galian tanah tersebut kerap menjatuhkan hasil galian tanah di sepanjang jalan, sehingga membuat jalan menjadi licin.

“Tanahnya sering berjatuhan, ditambah kalau hujan datang jalan menjadi licin tercampur dengan tanah sampai-sampai orang yang naik motor sering jatuh terpeleset. Kalau kemarau tanah abu dari mobil itu juga sampai masuk ke dalam rumah,” ungkap salah satu warga yang tak bersedia disebutkan namanya.

Warga sekitar pun seringkali melakukan aksi protes, bahkan telah melaporkan hal ini kepada Polsek Batang Kuis. Namun, pihak Polsek Batang Kuis meminta agar warga sebaiknya langsung berbicara dengan pihak pengawas lahan PTPN II. Hingga kini warga hanya bisa berharap jalan galian C tersebut segera ditutup. (Red-TP)

 

Wartawan: Joni Suheryanto (Kabiro)

Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

News Feed