oleh

Alat-Alat Kapal Kerap Hilang, Warga: Jangan Tuduh Kami Yang Maling!

TRIBUNPOS MEDAN, SUMUT | Sejak beberapa bulan lalu, dua buah kapal penangkap ikan asal Malaysia ditangkap Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), hingga kini masih dalam proses pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Belawan, Kamis (02/7/2020).
Dua buah kapal penangkap ikan asal Malaysia disandarkan di Kampung Nelayan Indah, Belawan. Foto: SG Marpaung.
Dengan kehadiran dua buah kapal yang merupakan barang bukti milik Kejaksaan Negeri Belawan yang disandarkan di Jalan Chaidir (Kampung Nelayan Indah), Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara, membuat warga Kampung Nelayan Indah resah karena kerap dituduh sebagai pelaku pencurian atas hilangnya alat-alat kapal dan barang berharga lainnya di dalam kapal, seperti katrol pengangkat barang, genset kapal, dan lampu soar. “Kami masyarakat dan OKP disini dibilang perompak, pencuri barang-barang kapal oleh penjaga kapal dan honorer yang ditugaskan kejaksaan,” ujar salah satu warga kepada awak media. Masyarakat tidak terima atas tuduhan para petugas penjaga kapal. “Bang, kami dituduh mencuri alat-alat dan barang-barang kapal yang hilang. Jadi, kalau tidak ada penyelesaian dari pihak hukum, kami akan melakukan aksi sebagai bukti kalau kami bukanlah pelakunya. Kami juga sudah menginformasikan tuduhan ini kepada Kapolres Belawan,” ungkap JK (45) bersama warga lainnya, DS (50), dan MG (32), Kamis (02/7/2020). Mereka juga mengungkapkan bahwa pihak Intelkam Polresta KP 3 Belawan yang dipimpin langsung oleh Kanit IV Intelkam Polresta KP 3 Belawan Iptu Bambang bersama anggotanya, Senin (29/6/2020) sore, sudah turun langsung mengunjungi Kampung Nelayan Indah. Namun, hingga kini belum diketahui perkembangan selanjutnya. “Kami sangat berharap semoga pihak Polresta Belawan sigap dan tegas menangani kasus pencurian ini dan mengungkap siapa pencurinya. Kami benar-benar tidak bisa menerima tuduhan para petugas penjaga kapal bahwa kami sebagai ‘berang-berang’ atau pencurinya,” ungkap JK. Bambang yang dihubungi via telepon oleh awak media, menjelaskan, saat pihaknya mengunjungi TKP pada Senin lalu, pihaknya belum memeriksa ke dalam kapal. “Kami hanya turun ke TKP atas informasi masyarakat, namun kami melihat kapal tersebut masih utuh dan tetap dijaga. Saya mencoba bertanya kepada penjaga kapal yang bertugas, apa yang hilang dari isi kapal. Ia juga tidak mengetahui barang apa saja yang hilang karena dirinya baru ditugaskan untuk menjaga kapal tersebut,” terang Bambang. Wartawan: SG Marpaung Editor: Beby Putri Akbar

Komentar

News Feed