oleh

Aktivis Sumsel Desak Polisi Usut Tuntas Kasus OTT Projo, Rudi: Proses Juga Yang Pemberi Suapnya

TRIBUNPOS, PALEMBANG — Pasca ditangkapnya oknum Ketua Projo Sumsel bersama Ketua Projo OKI oleh tim Reskrim Polres Ogan Komering Ilir, Rabu (12/08/20) sore kemarin, menimbulkan berbagai respon di kalangan aktivis Sumsel.

Ketua Aktivis Sumsel Bersatu (ASB), Rudi Panggaribuan, Ketua Gencar Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Charma Aprianto, Ketua Aktivis Lintas Generasi (ALG) Deki Lubay dan Ketua National Coruption Watch (NCW) Ruben Alkahtri, Ketua Jaringan Advokasi Masyarakat Sumsel (JAMS) Rubi Indiarta, dan Direktur Sriwijaya Coruption Watch (SCW) menyesalkan dengan dugaan skandal pemerasan yang dilakukan oleh oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) Projo itu.

“Pertama kami menyatakan penyesalan atas adanya oknum Ormas Projo Bung Ferry yang terkena OTT. Dan kedua kami mendukung pihak kepolisian OKI memproses secara hukum,” tegas Rudi dalam Press Conference di Omah Cafe Palembang, Kamis (13/08/20).

Rudi juga menyebutkan bahwa kepolisian agar memproses bukan hanya penerima tapi juga pemberi sehingga OTT ini bisa terjadi.

Senada dengan itu dikatakan Ketua Gencar Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Charma Aprianto mengaku kasus ini diungkap secara terang benderang.

“Hari ini nyatanya telah terjadi sebuah kasus penyuapan yang dianggap sebagai sebuah pemerasan. Dan kami menyikapi ini sebagai sebuah musibah. Apapun ceritanya bahwa telah terjadi insiden dan sepakat dengan ASB untuk mengungkap secara terang benderang. Kenapa ada polisi datang, kenapa ada orang yang memberi uang dan ada yang menerima uang,” jelasnya.

Sementara itu dikatakan Ketua Aktivis Lintas Generasi Deki Lubay mengaku menyesalkan apa yang dilakukan oknum Ormas tersebut. Hal tersebut tentu mencoreng nama baik Ormas di Sumsel.

“Tapi ada juga terselip bangga dengan kepolisian dengan sigap telah menangkap OTT. Selain itu, kami merasa sedih sebuah Ormas yang begitu besar dan diduga melakukan praktek penyuapan. Mudah-mudahan pihak kepolisian melakukan proses keakar-akarnya sehingga kasus ini bisa terungkap terang benderang,” harapnya.

Pun juga dikatakan Ketua NCW Ruben Alkahtri yang mendesak Kapolda Sumsel untuk mengawasi dan mengawal kasus ini agar berjalan sesuai hukum yang berjalan.

“Siapa pun yang bersalah, proses hukum secara terbuka dan transparan. Kami mendukung kepolisian,” pungkasnya.

Rubi Indiarta selalu Ketua Jaringan Advokasi Masyarakat Sumsel (JAMS) mengaku miris dengan apa yang dilakukan oleh oknum ormas yang terkena OTT tersebut.

“Seharusnya Ormas menjadi pembela masyarakat, penyambung aspirasi masyarakat. Tapi ini terjadi dugaan pemerasan. Oleh karena itu, tak ada tawar menawar lagi. Proses siapa pun yang terlibat, hukum tetap harus jadi panglima siapa pun pelakunya,” tegasnya.

Sementara itu dikatakan M Sanusi Direktur Sriwijaya Coruption Watch (SCW) bahwa pihaknya meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas baik yang menerima maupun yang memberi.

“Dan dalam waktu dekat kami akan melakukan gerakan moral ke Polda Sumsel,” jelasnya. (***)

Penulis: Fajri Syachti
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed