oleh

Aksi Demo Meminta Aparat Polda Sumsel Usut Tuntas Terkat OTT Oknum Projo di OKI

TRIBUNPOS PALEMBANG – Aktivis Sumatera Selatan menggelar aksi di Mapolda Sumsel guna mengawal
kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan barang bukti uang Rp.50 juta atas dugaan skandal pemerasan yang menyeret oknum Organisasi Masyarakat (Ormas) Projo di Kantor Inspektorat Kabupaten OKI yang kini ditangani oleh penyidik Polres OKI, Selasa (18/8/2020).


Aktivis yang melakukan Aksi, National Coruption Watch (NCW) Ruben Alkahtri, Sanusi SCW, Garda Api Yan Coga, Desri Lefri, SH., LSM POSE RI, Aktivis Lintas Generasi (ALG) Deki Lubay, Serikat Mahasiswa Alex Kazjuda dan Rubi Indiarta dari Aliansi Masyarakat Sumatera Selatan (AMSS).

Dalam aksinya, mereka mendesak Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S untuk mengambil alih dan mengusut tuntas atas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya baik yang memberi maupun yang menerima yakni dari Oknum Ormas maupun dari oknum Inspektorat Kabupaten OKI.


Dalam kesempatan tersebut Ketua National Coruption Watch (NCW) Ruben Alkahtri menyampaikan empat tuntutannya. Pertama menyampaikan apresiasi atas kinerja kepolisian yang telah melakukan OTT.

“Kedua kami meminta Kapolda Sumsel untuk mengusut secara terang benderang baik yang memberi dan menerima baik, baik oknum Ormas maupun oknum Inspektorat. Ketiga mengusut barang bukti uang Rp.50 juta dari oknum Inspektorat dari mana uang tersebut dan meminta Polda Sumsel memproses sesuai hukum yang berlaku dan tak ada intervensi dari mana pun,” tegasnya

Senada dengan itu dikatakan Ketua Garda Api Yan Coga bahwa kasus ini diungkap secara terang benderang. “Kami minta kepada Kapolda agar yang memberi dan meminta usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Jika ada penyogokan pasti ini ada kasus besar. Dan Ini menjadi citra buruk di Sumsel. Kami siap menjadi garda terdepan mengawal kasus ini,” tegasnya.

Senada dengan itu dikatakan dari perwakilan dari Serikat Mahasiswa, Alex Kazjuda meminta agar penyidik kepolisian tetap tegas menyelesaikan kasus ini. “Jangan takut intervensi dari pusat, jangan takut dengan siapa pun,” tegasnya.

Desri Lefri, SH., sebagai Ketum LSM POSE RI meminta penegak hukum (POLRI) agar mengurai terang benderang. Apakah ini benar-benar OTT atau sekedar settingan. “Jangan sampai kasus tersebut mencederai hukum, terkesan jebakan kasar, atau hanya sebagai setingan saja untuk menjerat pelaku ,” dan kami sebagai masyarakat atau aktivis tetap menghormati Hukum, tidak ada yang kebal hukum, “jelasnya.

Jangan pula, kasus Covid-19, dijadikan Alasan untuk penangguhan tahan. sehingga oknum tersangka bisa melenggang Keluar dari tahan, ini kasus Korupsi. Untuk itu pihak aparat terkait kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini, ” tegas Desri Pose RI saat orasi berlangsung.

Johanes Firano dari Aktivis Lintas Generasi (ALG) meminta agar Polda Sumsel mengambil alih kasus ini. Jangan ada tebang pilih, hendaknya hal ini dapat segera di usut tuntas. Menurutnya, dalam OTT yang ada di Inspektorat jangan hanya yang diduga diberi yang diusut tapi juga yang memberi. “Dari mana uang Rp.50 juta itu atau siapa dalangnya, usut jangan ada tebang pilih. Sehingga rasa keadilan bisa dirasakan oleh semua pihak,” tandasnya.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor        : Indra Darmawan

Komentar

Headline