oleh

Akhirnya, Kapal Malaysia di Belawan Dipasangi Garis Polisi

TRIBUNPOS MEDAN, SUMUT | Sejak terjadinya kerusuhan antara warga Kampung Nelayan Indah Belawan dengan pihak penjaga kapal yang ditugaskan oleh Kejaksaan Negeri Belawan terkait ketidaksukaan warga terhadap prasangka buruk yang ditujukan kepada mereka, akhirnya dua buah kapal yang bersandar di Kampung Nelayan Indah Belawan dipasangi garis polisi.

Garis polisi yang dipasangi pada kapal tersebut bertujuan agar tidak ada orang yang masuk ke dalam kapal tersebut karena merupakan barang bukti yang sedang diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Belawan.

“Kapal hasil tangkapan Baharkam yang diserahkan ke Ditjen PSDKP, dan saat ini masih dalam penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Belawan, saya sebagai petugas yang diperintahkan untuk menjaga kapal ini tidak mengizinkan orang yang tidak punya surat dari Kejaksaan untuk masuk apalagi melihat isi kapal ke dalam,” jelas salah satu petugas yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (14/07/20) siang.

Dua buah kapal Malaysia yang bersandar di Kampung Nelayan Indah Belawan dipasangi garis polisi, Selasa (14/07/20). Foto: Santun Butar-Butar

Pengambilan foto pada kapal pun hanya boleh dari jarak dekat, tidak diperbolehkan masuk ke dalam kapal kecuali dengan surat dari Kejaksaan. “Kami hanya menjalankan tugas, karena sudah ada garis polisi sebagai tanda bahwa dilarang masuk, ada tulisan sebagai barang bukti,” tambahnya.

Kejaksaan Negeri Belawan pun menurunkan pihaknya ke lokasi kapal untuk memeriksa keseluruhan kondisi kapal. “Jumat lalu ada pihak dari hakim Kejaksaan yang turun ke lokasi ini dan melihat seisi kapal. Menurut informasi, persidangan kasus kapal ini masih proses. Belum jatuh pelelangan,” terang petugas kepada awak media.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang perkembangan kasus kapal Malaysia tersebut, awak media mencoba mengunjungi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Belawan namun beliau tidak di tempat. “Kasi Intel sejak pagi tidak ada di kantor karena sedang ada kepentingan di Kantor DPR, mohon sabar menunggu,” ujar Satpam Kantor Kejaksaan Negeri Belawan. Hingga saat ini, tidak ada informasi jelas karena Kasi Intel Kejaksaan Negeri Belawan belum menghubungi awak media. (Red-TP)

 

Wartawan: Kabiro Santun Butar-Butar

Editor: Beby Putri Akbar

 

Artikel terkait https://www.tribunpos.com/berita-utama/alat-alat-kapal-kerap-hilang-warga-jangan-tuduh-kami-yang-maling

Komentar

News Feed