oleh

Ada Klinik di TUBABA Diduga Buang Limbah Medis ke Siring Warga, Polisi Usut Dong!

Laporan Berita Tribunpos, Darwis IB, Tulang Bawang Barat, Lampung

TRIBUNPOS, TUBABA I Klinik Rawat Inap Pratama ‘Ar-Raudah Medika’ yang berada di Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat diduga buang air limbah ke siring Warga.


Limbah yang dibuang dan mengalir ke siring milik warga itu, menimbulkan bau busuk yang menyengat.

Selain Klinik Ar-Raudah Medika, ada Rumah Bersalin ‘Mitra Keluarga Medika’ diduga juga melakukan perbuatan yang sama.

Menurut keterangan warga setempat, pembuangan air limbah dari klinik tersebut dialirkan ke siring siring warga, sehingga menimbulkan genangan air dan bau yang tak sedap.

“Saya gak tau persis itu limbah cair medis apa limbah cair rumah tangga, yang jelas pembuangan dari klinik itu dialirkan ke siring  yang ada di lingkungan klinik, parahnya lagi mas saat datang hujan bau busuk kadang membuat kami resah, kami gak bisa komplain mas, karena kami gak sanggup,” ucap sumber yang tak bersedia namanya dipublish kepada tribunpos.com, Jumat (12/03/2021).

Tak terima wilayahnya jadi tempat pembuangan limbah, warga mendesak kepolisian untuk mengusut dugaan pidana lingkungan hidup dengan membuang limbah tersebut. Bisa saja itu masuk kategori limbah B3.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk mengusutnya, pemilik klinik mesti dipanggil, sebab jika tidak, bakal kebiasaan buang limbah ke siring sembarangan, bisa bahaya baik bagi manusia dan lingkungan ekosistem yang dilewati limbah itu,” harapnya.

Dari keterangan warga, tim investigasi Tribunpos langsung mengkonfirmasi hal tersebut ke pemilik klinik.

“Memang benar limbah cair kami buang melalui siring, namun limbah itu sudah diproses melalui IPAL pak,” ucap Pak Pur pemilik klinik.

Namun ironisnya, pantauan di lokasi klinik nampak ditemukan IPAL yang belum memenuhi standar dalam penggunaan dan pengelolaan limbah medis.

Menurut pemilik klinik dirinya tidak mengetahui kalau IPAL yang mereka miliki belum memenuhi standar.

“Saya belum tau kalau IPAL ini belum memenuhi standar, terimakasih kami telah diingatkan, insyaAllah kami akan perbaiki kedepannya, karena cita cita kami klinik ini akan kami jadi kan rumah sakit,” ucapnya.

Saat ditanya apakah pihak klinik telah memiliki Surat Izin Pengelolaan Air (SIPA), pemilik klinik menjawab belum ada, namun menurutnya pihaknya saat ini sedang mengurus persyaratan untuk pembuatan SIPA tersebut.

Saat diminta bukti telah memproses pembuatan SIPA, pihak klinik tidak dapat menunjukkannya, alasannya  belum diberikan oleh pihak konsultan.

“Belum ada pak, mungkin seminggu lagi bukti bahwa kami telah membuat SIPA diberikan kepada kami,” jelasnya.

Hasil penelusuran tim di lapangan, ditemukan ada empat klinik yang belum memiliki IPAL memenuhi standar mutu. Pasalnya IPAL yang mereka miliki dibuat menyerupai bak besar tanpa memiliki mesin pengelola limbah.

Berikut empat klinik atau rumah sakit yang belum memiliki IPAL yang memenuhi standar tersebut:

1. Rumah Sakit Asy-Shifa
2. Klinik An-Nur Husada
3. Klinik Ar-Raudah Medika
4. Rumah Bersalin Mitra Keluarga Medika

(Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline