oleh

5 Wanita dan 1 Pria ‘Hidung Belang’ Terjaring Razia Pekat di Merak Banten

Suasana pendataan wanita dan pria yang terjaring razia pekat di Merak Banten, Sabtu (26/5/18). (Dok. Badiaman Sinaga)
Laporan Wartawan Tribun Pos : Badiamin Sinaga / Merak Banten

TRIBUNPOS.COM, MERAK — Tim Gabungan aparat dari Koramil, Polsek dan Kecamatan Pulomerak menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di tiga titik yang ada di Merak Banten, Sabtu (26/5/18). Razia melibatkan lebih kurang 50 personil kepolisian, TNI, Linmas dan Satpol PP.

Pantauan Tribunpos.com di lapangan, razia yang dilakukan sekitar pukul 00:15 Wib tengah malam itu, dimulai dengan menyisir titik-titik yang dianggap rawan penyakit masyarakat. Yaitu wilayah Tanjung Sekong Kelurahan Lebak Gede, Tikungan Mangku Putra Kelurahan Mekarsari, depan Masjid Almutaqqin Kelurahan Tamansari.

Diketahui dari hasil razia tersebut, ada 6 orang terdiri dari 5 wanita dan 1 pria ‘hidung belang’ yang dibawah ke kantor Kecamatan Pulomerak guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Riyadi selaku Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Tamansari kepada Tribunpos.com di lokasi razia mengungkapkan, sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pihak aparat, dan harapan kedepan, Merak bebas dari mangkalnya wanita malam.

“Saya minta kepada pihak aparat siapa saja dan darimana saja, kalau bisa setiap melakukan operasi terutama di lingkungan kami, tolong lah diberitahukan terlebih dahulu kepada kami. Agar tidak membuat kepanikan warga,” katanya.

Diwaktu bersamaan, Sekcam Pulomerak, Oman Faturohman menuturkan, dengan adanya razia malam ini berharap wilayah Merak bebas dari wanita malam dan Miras. Oman tak menampik, terkait keluhan soal tidak diberitahukannya kepada warga atau aparat RT/RW, akan razia ini. Walaupun desakan dari tokoh masyarakt, tokoh agama supaya merak bebas dari wanita tuna susilah dan miras.

“Razia kali ini sifatnya baru pendekatan, kami mendata dan apabila berikutnya mereka masih berada disini dan kena lagi, maka akan kami serahkan ke Dinsos Kota Cilegon untuk proses selanjutnya,” terang Oman.

Danramil Pulomerak, Mayor Zainal yang sama yang ikut dalan operasi mengungkapkan, “Saya tidak main-main dengan wanita malam dan miras di wilayah Merak ini, saya akan gulung jika perlu saya kirim ke-Dinsos Jakarta,” ucapnya tegas kepada wartawan Tribunpos.com.

Mawar bukan nama sebenarnya, salah seorang wanita yang terjaring razia saat dimintai keterangan mengatakan, tidak akan mangkal lagi di “Tikungan Cinta” Mangku Putra.

“Saya mah atuh tobat, baru 4 hari di Cilegon, besok mah saya pulang ke Cirebon, saya tidak mangkal lagi sumpah,” ucapnya dengan nada memohon supaya dibebaskan oleh petugas. (Red)

Editor Muda : Nopriansyah

Editor Senior : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed