oleh

12 Karyawan PT. Poros Maritim di PHK Melalui Pesan Whatsapp

CILEGON, Tribunpos.com | Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang diterima 12 karyawan PT. Poros Maritim yang bergerak di bidang kontruksi bangunan dianggap tidak manusiawi.

Hal tersebut dikatakan oleh salah satu security yang juga terkena PHK, Jamian, saat menggelar konferensi pers di salah satu rumah makan Kota Cilegon, Senin, (15/04/2019).

“PHK ini tidak manusiawi, dan ini menjadi citra buruk untuk pengusaha lokal karena tidak memahami prosedur hukum dan proses perundang – undangan terkait ketenagakerjaan,” tegasnya.

“Ini harus menjadi perlawanan masyarakat Cilegon, tenaga kerja tidak bisa dilakukan layaknya bukan manusia. Kerja 12 jam hanya dibayar 3.600.000 saja,” lanjutnya.

Pihaknya juga sudah melaporkan hal tersebut ke Dinas ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Cilegon untuk meminta agar dimediasi secepat mungkin.

Pada tanggal 2 April lalu, saat ia hendak berangkat kerja mendapat pesan Whatsapp dari komandan, isi pesan tersebut adalah pemecatan karyawan terutama dirinya.

“Melihat berita tersebut langsung saya telepon untuk mengkonfirmasi kepada komandan, dan ternyata itu dibenarkan, dan 12 karyawan yang di PHK tersebut tidak mendapatkan pesangon.” pungkasnya. (**)

Wartawan: Yoman
Editor: Sandi Pusaka Herman


Komentar

News Feed