oleh

Unik, SMA JI Tanjung Pinang Terapkan Sanksi Sholat Dhuha Bagi Siswa Datang Terlambat

TRIBUNPOS.COM I TANJUNG BARU –  Sering melihat siswa yang kesiangan lalu mereka dihukum oleh gurunya dengan berlari keliling lapangan upacara, dijemur di bawah sinar matahari, dimarahi dan diceramahi guru habis-habisan?. Hal itu semua sudah tidak aneh lagi, karena hampir tiap sekolah memakai cara seperti itu.

Namun bagaimana dengan sanksi diganti dengan sholat dhuha di lapangan?. Mungkin jarang ada sekolah yang memakai sholat dhuha sebagai hukuman bagi pelajar yang terlambat masuk sekolah. Tapi tidak bagi SMA JI Tanjung Pinang, Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Di sana siswa yang terlambat disuruh untuk melaksanakan solat dhuha di lapangan. Bukan itu saja, mereka yang telat juga disuruh membaca istiqfar 100 kali.


“Sholat dhuha ini sebenarnyo idak biso kito sebut hanyo sebagai hukuman, tapi biso jugo kito sebut hadiah bagi mereka yang belum mengenal sholat dhuha. Bukan idak mungkin seorang siswa yang kesiangan kemudian disuruh sholat dhuha, dengan keadaan ia terpaksa mengerjakannya, lalu saat ia masuk kelas dan memulai pelajaran, ia meraso lebih segar dan lebih mudah menangkap pelajaran daripado hari-hari lain saat ia idak sholat dhuha,” ujar Ustadz Ahmad Destri, Waka Humas SMA JI Tanjung Pinang kepada Tribunpos.com, Jumat (28/02/20).

Destri menjelaskan, bisa jadi hukuman ini menyadarkan mereka, siswa jadi rajin mengerjakan amalan sunnah tersebut, dari yang tadinya cuma terpaksa karena disuruh guru (hukuman telat), sekarang sholat dhuha ditunaikan menjadi sebuah kebutuhan baginya.

“Inilah keunggulan menggunakan sholat dhuha sebagai hukuman bagi siswa yang datang kesiangan ke sekolah, dibandingkan dengan caro-caro yang lain. Dengan menyuruh untuk sholat dhuha, mako siswa yang terlambat tadi perlahan akan mulai mengenal sholat dhuha,” ucap ustadz yang menjadi pengasuh Rumah Tahfidz Daarul Ishlah.

Destri berharap, dengan diberlakukan sistem hukuman seperti ini, semoga siswa yang rajin kesiangan dan terlambat, akhirnya jadi kenal dan rajin sholat dhuha. “Inilah letak keunikkannyo, siswa diberikan pembelajaran agar biso disiplin, salah satunyo dalam hal waktu. Dengan begini semakin banyak lah siswa yang mengerjakan sholat dhuha.” pungkasnya. (Red/Kaka)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline