oleh

Warga Kampung Mekarsari Minta Aparat Usut Tuntas Pembuang Limbah Lumpur di Dekat Pemukiman

TRIBUNPOS.COM – SERANG | Ketua Rt 14 Rw 5 Kp. Mekarsari Desa Margasari Kecamatan Puloampel Kabupaten Serang – Banten, Jalal, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan pihak Kepolisian Puloampel agar segera menyelidiki siapa yang melakukan pembuangan  ‘Limbah Lumpur’  di lahan kosong bekas Galaian C di wilayahnya tersebut. Hal itu ditegaskan Jalal kepada Tribunpos, Selasa (17-3-2020).

Menurut Jalal, limbah lumpur tersebut sudah mencemari warga selama kurang lebih satu bulan. Bahkan, Jalal sudah memberitaukan kepada Aparat Desa Margasari terkait lumpur yang baunya seperti kotaran orang dewasa itu.

“Limbah ini sudah sangat mengganggu warga kami, persoalan ini juga sudah kami sampaikan kepada aparat desa, tumpukan ini sudah sebulan yang lalu,” terangnya.

Warga meminta, lanjut Jalal, agar lumpur tersebut segera di buang dan meminta aparat kepolisian untuk menyelidikinya.

“Warga saya merasakan dampak dari baunya, pengguna jalan yang melintas juga terganggu dengan aroma baunya,” tutur dia.

Seharusnya, kata Jalal, pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Serang turun langsung dan sigap ketika ada keluhan warga.

“Harapan kami DLH dan aparat terkait lainnya segara turun dan mencek lumpur ini,” ujarnya.

Pantauan dilokasi, tidak jauh dari timbunan lumpur tersebut adalah wilayah padat penduduk. Dan tak jauh juga dari gedung SMKN 1 Bojonegara dan SMP.

Sebelumnya, Kapolsek Puloampel IPTU Fajar Mauludi S.I.K membenarkan adanya laporan warga terkait lumpur yang berada di wilayah hukumnya tersebut. Dan pihaknya sudah melaporkan kepada pihak LH Kabupaten Serang untuk meneliti terkait keluhan warga ini.

Untuk diketahui, lumpur atau sludge termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Sesuai Peraturan Pemerintah No 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan B3. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed