oleh

Truk Pengangkut Urugan Diduga Kotori Jalan Raya, Kapolsek Pulomerak Tegur Pengusaha

TRIBUNPOS.COM, MERAK – Terkait aktivitas tambang di Link. Sumurwuluh Kelurahan Gerem Kota Cilegon dimana setiap kendaraan yang keluar masuk jalan raya membawa material tanah menyisakan tanah lumpur pada jalan yang dilaluinya dan diduga mengganggu pengguna jalan lainnya.

Terkait hal itu, Kapolsek Pulomerak AKP Rifki Seftirian  S.I.K mengaku sudah menghimbau pengelola agar menambahkan petugas kebersihan khusus yang di jalan raya.


“Sudah kami himbau pemilik lokasi. Tim pembersih jalan akan ditambah dan dimaksimalkan. Terkait izin, sepertinya ada izinnya. Sudah dicek Satreskrim Polres Cilegon ketika penertiban tambang beberapa waktu lalu, ada dan lengkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Gerem, Deni, saat dikonfirmasi perihal izin perusahaan tambang di wilayahnya tersebut, mengaku akan menelusuri.

“Saya belum mengetahui terkait perizinanya, akan kami coba telusuri,” jawab Deni kepada Tribunpos Rabu 25-3-2020.

Berdasarkan informasi, perusahaan tambang tersebut peroperasi di bawah bendera PT.LEO. Sementara pemelik lahannya adalah Haji Buang.

Pengurus PT.LEO, Bapak Adi, saat diminta tanggapannya terkait kegiatan yang diduga mengganggu aktivitas pengguna jalan, sampai beriya ini dipiblimasikan belum memberikan tanggapan, pesan whatsapp hanya dibaca.

Penelusuran wartawan Tribunpos, material tanah yang diangkut dari pertambangan tersebut dibawa menuju proyek pembangunan pabrik kimia PT Lotte Chemical Indonesia (LCI). (RED)

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed