oleh

Sengketa Lahan Reklamasi PT PMSI dengan Komunitas Nelayan Puloampel Saling Lapor Polisi

TRIBUNPOS.COM – SERANG | Sengketa lahan antara Paguyuban Nelayan Puloampel Kabupaten Serang, Banten, dengan PT PMSI (Pelayaran Menaratama Samudera Indah) terus berlanjut. Perseteruan pun berujung saling lapor kepada pihak berwajib.

Diketahui sebelumnya, komunitas warga nelayan beserta pemuda Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, menolak tegas adanya reklamasi lahan yang berada di Desa Margasari Kecamatan Puloampel Kabupaten Serang yang dilakukan oleh PT PMSI pada pertengahan tahun 2018 silam. Nelayan menduga, reklamasi tersebut illegal karena diduga tidak mengantongi izin.


Penolakan komunitas nelayan tersebut mendpat respon dari pihak perusahaan. PT PMSI mempertanyakan penolakan nelayan, mengapa penolakan tidak sejak awal proyek reklamasi dimulai.

Kepada Tribunpos, Rabu (11-3-2020), perwaklian PT. PMSI, Jajang Herawan mengatakan, terkait hal tersebut pihaknya sudah melakukan pelaporan kepada Polda Banten terhadap Kurtubi selaku kordinator aksi penolakan tersebut.

Menurut Jajang Herawan, aksi demo penolakan yang dilakukan Kurtubi Cs beberapa waktu lalu bersama nelayan Puloampel tersebut penuh kejanggalan. Jajang menuding aksi tersebut ditunggangi oleh kepentingan sebuah perusahaan lain.

Dikonfirmasi terpisah, pihak Kartubi melalui Kuasa Hukum Nelayan Puloampel, Juli Tresno mengatakan, membantah semua tuduhan PT PMSI kepada kliennya tersebut. Malah sebaliknya, kata Juli,  PT PMSI telah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap kliennya. Seperti penyerobotan lahan atas  nama pribadi  Maskad bin  Moesafi.

“Selain itu juga pencemaran nama baik klien kami, hari Senin besok kami akan laporkan PT PMSI ke POLDA Banten. Kita sudah mempunyai bukti bukti kuat,” tukas Juli.

Sementara itu, KSOP Kls 1 Banten, melalui Kabid LALA (Lalu lintas Laut) saat dikonfirmasi terkait SIKR (Surat Ijin Kerja Reklamasi) mengatakan, bahwa ijin untuk perusahaan PT. PMSI ini, pihaknya belum menemukan kejelasan rekomendasinya darimana.

“Akan kami adakan pengecekan selanjutnya,” ujarnya, Jumat (13-3-2020). [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

Headline