oleh

Puluhan Tahun tak Tersentuh, Seorang Petani Kelurahan Cikerai-Cilegon Butuh Penyuluhan dari Pemerintah

CILEGON-TRIBUNPOS.COM | Muhidin (50) adalah petani garapan yang berlokasi di Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber Kota Cilegon mengaku, sepanjang puluhan tahun sebagai petani garapan tidak pernah ada petugas dari dinas terkait memberikan penyuluhan.

Hal ini di ceritakan Muhidin (50) dan istrinya Muminah(48) kepada Tribunpos, disaat pasutri ini sedang menanam  Terong di lahan garapannya, Rabu (22/01/20).

Ada bebarapa tanaman yang sering Muhidin tanam seperti, ketimun, kacang panjang, terong dan kacang tanah. Sementara untuk menanam cabai, ia mengaku tak memiliki modal. Karena menurutnya, berkebun cabai butuh biaya yang cukup besar.

“Selama puluhan tahun menjadi petani garapan tidak ada yang mendatangi saya, atau memberikan penyuluhan dari dinas,” ujar bapak yang memiliki 7 orang anak ini.

Padahal dia sangat berharap adanya bantuan bibit atau pupuk, atau minimal penyuluhan supaya menjadi petani yang baik demi meningkangkat kesejahteraan keluarganya.

“Kalau yang saya tanam ini palawija seperti terong, kacang panjang, kacang tanah, dan timun, kalau cabai tidak pernah karna modalnya besar. Saya sangat berharap apabila ada perhatian dari pemerintah untuk saya sebagai patani garapan ini, bisa dibantu bibit binih, dan pupuk.  Saya orang miskin pak, punya anak banyak dan belum punya rumah, masih numpang sama mertua, maka itu saya sering tinggal digubuk saya ini,” katanya sambil menunjuk gubuknya.

Segala program pemerintah melalui kementrian pertanian berupa Program BEKERJA( Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera),belum dirasakan keluarga Muhidin, dimana nyaris bantuan apapun dari dinas terkait belum ia terima.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Kota Cilegon, Wawan, ketika dikonfirmasi mengatakan,bahwa bantuan program dari pemerintah disalurkan melalui kelompok tani tidak ke perorangan. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed