oleh

PT.SMI Group Mengajak Atasi Bersama Soal Banjir Bojonegara

SERANG-TRIBUNPOS.COM | Memasuki awal tahun 2020, Desa Bojonegara sempat dilanda banjir. Penyebabnya adalah penyempitan saluran air oleh sampah-sampah dan pohon kiri-kanan sepanjang saluran sehingga mengalami pendangkalan juga karena terlalu lama tidak dilakukan normalisasi.

Berdasarkan pantauan Tribunpos, normalisasi Kali Gedong dapat meminimalisir banjir hal ini terpantau pada Senin pagi (27/1/2020), lokasi yang biasa banjir seperti di area parkir Gunung Santri, Kantor Desa Bojonegara, Kp Gedong , SMAN 1 Bojonegara kini tidak mengalami banjir.


Kepala Desa Bojonegara, Wawan, saat dikonformasi membenarkan, bahwa wilayahnya diguyur hujan deras, tapi sejauh ini belum ada yang mengalami banjir.

“Allamdulillah tidak ada banjir, belakang rumah saya juga tidak banjir, ini artinya hasilnya cukup dirasakan masyarkat dengan pekerjaan normalisasi Kali Bogem,” ujar Wawan.

Namun demikian, Wawan minta pekerjaan normalisasi terus dilakukan sesuai hasil rapat bersama Muspika dan Forkominda Kabupaten Serang yang dilakukan di kantor bupati beberapa waktu lalu.

“Pada Rabu besok (29/1/20), kami berencana memanggil perusahan yang tidak peduli pada lingkungan, khususnya ketika bencana banjir kemarin. Dimana hanya PT. SMI Group/BAM yang menunjukkan kepeduliannya secara nyata dengan menerjunkan 4 alat berat melakukan normalisasi Kali Bogem,” kata Wawan.

Ditemui terpisah, Herry Defjan selaku pimpinan group company PT. SMI group/BAM, terkait normalisasi Kali Bogem, ia mengatakan beberapa hal diantaranya bahwa PT. SMI/BAM group sudah melaksanakan bantuan untuk normalisasi Kali Klancip/Kali Gedong sepanjang 2 KM, sehingga meminimalisir terjadinya banjir seperti sebelumnya. Sesuai petunjuk Wakil Bupati juga, Kali Bogem sudah di lebarkan sampai ke laut sepanjang 1.2 KM.

“Sementara ini normalisasi Kali Asin atau Kali Pasar belum bisa dilaksanakan karena terkendala banyak bangunan di tepian kalinya, butuh pihak terkait untuk mensosialisasikannya kepada warga. Kami berharap sesuai rapat dengan Bupati, semua perusahaan yang ada di Bojonegara dapat membantu perbaikan infrastruktur,” kata dia.

Pihaknya sampai saat ini masih menunggu undangan rapat dengan beberapa pihak stakeholder untuk bersama-sama menyisihkan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) guna membiayai beberapa perbaikan infrastruktur.

“Jikakalau dibebankan sepenuhnya kepada kami, jelas kami tidak siap. Karena  banjir ini persoalan kita bersama,” pungkasnya.

Diketahui, PT. SMI group/BAM sejak  tahun 1997 sudah berkontribusi untuk wilayah Bojonegara dan sekitarnya dengan membuka lapangan kerja serta mengangkat PAD dari tahun ke tahun. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed