oleh

KEMHAN RI Cek Kondisi Proyek Kapal Bantu Cair Minyak di Bojonegara, 8 Tahun Mangkrak

SERANG, TRIBUNPOS.COM | Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan RI, Budi Prijono, S.T., M.M dan rombongan melakukan kunjuangan ke lokasi galangan kapal PT. ABM (Anugrha Buana Marine) di Desa Margagiri, Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Senin (24-02-2020).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memantau dan mengecek kondisi proyek kapal Bantu Cair minyak (BCM) yang telah lama mangkrak.


Agenda kunjungan pejabat dari Kemenhan tersebut dibenarkan oleh R. Agus Danakusumah.SH, perwakilan dari PT Maritim Samudra Jaya (Pemilik lahan).

Kepada Kabaranahan Kemhan dan rombongan, Agus menjelaskan, perusahaan PT Maritim Samudra Jaya meminta dirinya untuk mendampingi kunjungan Kabaranahan. Padahal menurut Agus, seharusnya yang mendampingi adalah pihak PT Anugra Buana Marine, selaku Pelaksana Proyek Pembangunan Kapal Bantu Cair yang mangkrak.

“Karna pihak PT ABM tidak ada, maka PT. Maritim Sumudra Jaya selaku pemilik lahan meminta saya untuk mendampingi,” ujar Agus.

Agus juga menceritakan, bahwa  PT ABM  diduga merugikan negara pada projek pembangunan kapal BCM yang sudah lebih dari 8 tahun mangkrak.

“Kalau ditaksir mungkin kerugian negara puluhan milyar,” ungkap Agus.

Masih kata Agus, PT ABM merugikan negara, uang habis kapal tidak kunjung selesai. Saya diminta KABARANAHAN untuk membuat proposal, berapa biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan projek pembangunan kapal BCM tersebut,” pungkas Agus.

Untuk diketahui, Kemenhan memesan kapal BCM sejak tahun 2012, atau sejak era Pemerintahan Presiden SBY, namun sampai sekarang belum selesai sehingga boleh dikatakan pembangunan kapal perang ini diduga sudah mangkrak karena melewati jadwal normal penyelesaian pembuatan kapal sekelasnya. [RED]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

Headline