oleh

Keluarga Korban Tsunami Banten 2018, Sesalkan Minimnya Komunikasi dari Dinsos

-Banten, Serang-34 views

SERANG-TRIBUNPOS.COM | Belum kunjung keluarnya dana santunan korban bencana tsunami akhir tahun 2018 lalu yang terjadi di Anyer, membuat para ahli waris korban menunggu dalam ketidakpastian, meski tragedi sudah berlalu 13 bulan lamanya. Belum adanya kejelasan dari pemerintah, membuat gerah salah satu keluarga korban tsunami Selat Sunda tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh perwakilan ahli waris korban tsunami, Badia Sinaga yang menyambangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Jum’at (24/01/2020).

Menurut Badia, karena kurangnya komunikasi pihak Dinsos Banten kepada pihak ahli waris, sehingga membuat proses santunan sampai saat ini belum keluar. Dan kurang pro aktifnya pihak keluarganya menanyakan hal tersebut, karena kesibukan ahli waris korban mengikuti persidangan di Pengadilan Serang, terkait kasus pungli jenazah yang kini sudah diputuskan.

“Saya selaku masyarakt atau keluarga korban berpikir seharusnya Dinsos kabupaten /kota  memberikan informasi kepada ahli waris apa saja yang mesti dilengkapi persyaratannya,”ujarnya kesal.

Sementara itu, Kabid Lindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Provinsi Banten, Tajul Arifin membenarkan kalau santunan keluarga besar Sinaga yang menjadi korban Tsunami Selat Sunda tahun 2018 belum keluar, hal itu dikarenakan belum dilengkapnya persyaratan yang diminta Kemensos RI.

“Iya benar, setelah kami cek terkait nama-nama korban dari Keluarga Besar Paguyuban Sinaga, ada yang sudah lengkap ada yang belum sama sekali datanya masuk ke kami, sebab itu saya minta supaya dilengkapin supaya bisa kami rekomendasikan ke Kementrian Sosial,” ujarnya kepada wartawan.

Tajul juga menjelaskan bahwa SOP nya ketika sudah selesai semua pendataan dari korban tsunami di setiap kabupaten /kota, maka pihak Kementrian tinggal mencairkan santunan melalui Perbankan.

“Seperti Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon sudah dicairkan santunan korban Tsunami Selat Sunda beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Adapun persyaratan yang dibutuhkan untuk pencarian santunan korban Tsunami Selat Sunda untuk santunan ahli waris adalah sebagai berikut:

  1. Surat keterangan kematian
  2. KTP ahli waris dan korban
  3. KK
  4. Nomor Rekening masih aktif
  5. Surat rekomendasi Kab. Dan Provinsi
  6. Surat keterangan Rumah Sakit akibat bencana alam
  7. Surat Keterangan Ahli Waris

[RED]

Penulis: Agung

Komentar

News Feed