oleh

Karyawan PT. Pratama Abadi Industri Positif Covid 19, Kapolda dan Gubernur Banten Kok Diam Saja..???

TRIBUNPOS TANGERANG – Perusahan yang bergerak dibidang pembuatan sepatu bermerek NIKE di daerah Serpong Tangerang Selatan, PT. Pratama Abadi Industri yang memiliki pekerja cukup besar mempekerjakan sekitar 7.000an orang karyawan, Diduga kurang menperhatikan protokol kesehatan sebagaimana himbauan Pemerintah, “terang Ketua Daeng Wahidin Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Pekerja Muslim Iindonesia (DPP PPMI) kepada TRIBUNPOS.COM Kamis (1/10/2020).


Ditengah tengah pemerintah kita sedang giatnya mempokuskan pada pemutusan mata rantai penyebaran virus Covid 19 di negara kita, kenpapa perusahaan tidak mengindahkan prokol kesehatan,” tegas Wahidin.

Diuraiakannya, Presiden PPMI akrap disapa Daeng, Perusahaan beralamat di jalan Jl. Raya Serpong KM 7 Pakualam–Serpong Utara – Kota Tangerang selatan – Banten 15325 tersebut, beroperasi pada hari sabtu 26 September 2020 berdasarkan Surat Keterangan RW 006 Kelurahan Muncul Kecamatan Setu Kodya Tangsel menyatakan warganya yang berinisial (HS) juga bekerja sebagai Karyawan di PT. Pratama Abadi Industri tersebut, telah dinyatakan Positif COVID 19 hal itu berdasarkan Hasil Test Swab di Rumah Sakit Hermina Karawaci tertanggal 23 September 2020, yang dipertegas juga dengan surat keterangan RT/RW setempat tertanggal 26 september 2020 (Terlampir), hal ini telah kami sampaikan kepada DPP PPMI untuk dapat ditindaklanjuti kepihak yang berwenang karena di perusahaan tersebut.

” Kami khawatirkan banyak rekan-rekan kami nanti bisa tertular virus Covid 19 karena selama ini manajemen PT. Pratama Abadi Industri tidak menjalankan protokol covid 19 di perusahaan sebagaimana peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” jelas Untung

Pihak manajemen terus melakukan pembiaran terhadap pelanggaran Protocol Covid 19 dan upaya-upaya pencegahan lainnya terhadap karyawan di PT. Pratama Abadi Industri, manajemen mengabaikan dan memaksakan karyawan yang sedang sakit (tidak sehat) untuk terus bekerja, padahal kondisi dan imunitas tubuh pekerja tersebut tidak maksimal sangat berpotensi cepatnya penyebaran COVID 19 di lingkungan Perusahaan, seperti saya yang terpaksa terus bekerja dengan kondisi sakit, sehingga hal ini berpotensi kuat terkena Virus Covid 19 karena ketika kondisi imun dalam tubuh menurun dan lemah lesu, perusahaan tetap terus memaksakan mempekerjakan tanpa memperhatikan Protocol Covid 19, seharusnya perusahaan sebesar PT. Pratama Abadai Industri harusnya ikut mendukung program pemerintah dalam menghadapi wabah Covid 19 dengan melaksanakan Protokol Covid 19 sesuai aturan namun yang terjadi perusahaan mengabaikan protokol tersebut dengan mengorbankan kesahatan karyawan demi meraih keuntungan yang sebesar-besarnya, keluh Angga salah satu pengurus serikat pekerja di PT. PAI

” Bahkan Dokter klinik perusahaan tersebut enggan memberikan surat keterangan dokter agar kami yang sedang tidak enak badan dan agak demam bisa diistirahatkan diruang klinik, namun kami dinyatakan tidak apa-apa oleh dokter klinik padahal jujur saja kami ini sedang tidak fit untuk bekerja, malah disarankan untuk tetap bekerja oleh dokter dan ini banyak terjadi dengan rekan-rekan kami lainnya terus bekerja dalam kondisi sedang sakit, “jelas angga

Tentu saja dengan kondisi pekerjaan yang tidak mengikuti prosedur dan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dengan mengabaikan protokol Covid dan memaksakan pekerja yang sakit untuk terus bekerja sangat berpotensi terjadi penularan Covid 19 yang massif di dalam lingkungan perusahaan, yang kami sayangkan Muspida Provinsi Banten kok diam saja..?, kenapa Gubernur Banten, Kapolda Banten, Walikota Tangsel dan Kapolres Tangsel sebagai Satgas Penanggulangan Covid 19 di Provinsi Banten DIAM SAJA..?? tidak mengambil tindakan tegas untuk mencegah penularan Virus Covid 19 di Kota Tangerang Selatan khususnya di dalam lingkungan perusahaan bukannya hal ini jelas-jelas Kode Etik Nike, melanggar UU Kesehatan, Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

” Kami berharap Muspida Provinsi Banten dan Kotamadya Tangerang Selatan dapat mengambil tindakan tegas demi menyelamatkan ribuan karyawan PT. Pratama Abadi Industri yang bisa jadi saat ini dapat menjadi ODP yang membahayakan lingkungan disekitarnya, ” kata Handoyo Ketua DPC PPMI Kota Tangsel, kepada Tribun Pos seperti dilansir di berbagai media online, “. Tutup Daeng mengakhiri pembicaraan.

Wartawan : Syaiful Jabrig

Editor        : Liz Chaniago

Komentar

Headline