oleh

Diduga Saat Berlayar Tidak Menggunakan Lashing, KMP Amarisa Bisa Kena Sanksi

-Banten, Cilegon-652 views

MERAK-TRIBUNPOS.COM | Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2016 Tentang kewajiban pengikatan kendaraan pada kapal angkutan penyeberangan, mengatur tata cara pengikatan kendaraan penumpang yang berada di dalam kapal penyeberangan.

Aturan tersebut mewajibkan operator kapal menyediakan pengikat kendaraan (lashing) dan klem roda kendaraan untuk digunakan mengikat kendaraan selama berlayar.

Sebagai standar acuan, kegiatan lashing tetap harus dilakukan bagi kendaraan di baris paling depan, tengah dan belakang.

Terkait  hal tersebut, wartawan Tribunpos melakukan pengamatan di Dermaga 7 Pelabuhan Merak. Terlihat KMP Amarisa, di bawah Pelayaran PT. STL (sinar timur line), Selasa malam  (18/02/20), Saat KMP Amarisa bertolak pukul 23-25 WIB dari Dermaga 7 Merak-Banten menuju Dermaga 6 Bakauheni Lampung.

Terpantau muatan kendaraan di Deck Bawah, Atas KMP Amarisa kendaraan di baris paling depan, tengah dan belakang tidak mengikat roda kendaraan.

Saat dikonfirmasi, BPTD Wil VIII melalui Satpel Merak, Haryanto mengatakan, terkait hal itu dirinya mengaku masih menunggu arahan pimpinan.

“Saya masih nunggu arahan dari pimpinan bang, ada aturan baru terkait hal yang dikonfirmasi,” ujarnya.

Sementara Kepala BPTD Wil VIII, Nurhadi Unggul Wibowo,  sejauh ini belum ada tanggapan terkait  Kapal KMP Amarisa yang diduga Mengabaikan PM No.30 Tahun 2016 tersebut.

Demikian juga Kepala Cabang Merak PT STL ,Taslim, saat dikonfirmasi belum ada tanggapan.

Dari salah satu perusahaan pelayaran yang namanya dirahasikan mengaku, sejauh ini PM No. 30 Tahun 2016 yang masih dijalankan.

“Aturan baru yang mana ya Bang, kayaknya PM No.30 yang kita pakai,” ujar sumber kepada Tribunpos.

Untuk diketahui, informasi yang didapat dihimpun media,  berdasarkan hasil rapat pada (13/9/2019) lalu,  antara BPTD dengan Gapasdap dan INFA bersepakat jika tidak menggunakan Lashing baris depan, tengah dan belakang, maka akan mendapatkan sanksi.  [red]

Penulis: Badia Sinaga

Komentar

News Feed