oleh

ASDP Merak Terapkan Sistem Online, Pengguna Jasa Masih Suka Cara Manual

TRIBUNPOS.COM, MERAK – Per Maret 2020 akan diberlakukan pemesanan tiket penyeberangan di Pelabuhan Merak hanya bisa dipesan secara online. Hal itu ditegaskan Corporate secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Imelda Pohan, 2-3-2020.

Dia mengatakan, penjualan tiket hanya bisa dilakukan melalui website resmi ASDP.


Namun berdasarkan pantauan Selasa 24 Maret 2020, kendaraan yang akan melakukan penyebrangan lintas Merak – Bakauheni, tampak membeli tiket masih didominasi secara top-up (etoll).

Sudir, salah satu supir ekspedisi mengaku memilih e-toll karna belum ada arahan dari perusahaan. Ia juga mengaku lebih suka e-toll dari pada online.

“Menurut aku lebih ke e-toll, karna saya tidak paham online, ribet lah,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Robert Tinjak, rekan seprofesi Sudir. Ia pasrah pada aturan perusahaannya. Namun demikian ia mengaku, secara pribadi dirinya lebis suka sistem yang diyerapkan saat ini.

“Kami yang sudah lanjut usia susah lah kalau diterapkan sistem online,” celotehnya.

“Gimana mau online lae, hape saya saja jadul, yang benar saja lah,” ucap Robert.

Terpantau jelas, khusunya di gerbang loket yang disediakan ASDP selaku operator pelabuhan masih menyediakan loket khusus e-toll yaitu loket 1,2,7,8. Sedangkan untuk tiket online disediakan di loket 3,4,5&6.

Tri Gustanto, manager usaha pelabuhan membenarkan loket yang masih disediakan untuk E-toll.

“Sesuai hasil rapat semua stakeholder yang ada, loket 1, 2, 7, 8 itu masih digunakan e-toll, dan loket 3, 4, 5, 6 untuk online,” terangnya.

“Ada petugas kita sosialisasikan agar pengguna jasa beralih dari e-toll ke Online,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pembelian tiket secara online berlaku untuk seluruh penumpang, baik penumpang pejalan kaki, maupun pengguna kendaraan mulai dari roda dua, kendaraan roda empat serta bus dan angkutan barang.
Pertanyaan publik, sudah layakkah dilakukan sistem Online? (RED)
Penulis: Badia Sinaga

Komentar

Headline