oleh

9 Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pemandangan Umum 9 Raperda Pemprov

Senin, 17 Mei 2021, 18:34 WIB/ Diterbitkan Tribunpos

TRIBUNPOS, PALEMBANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat paripurna ke XXX (30) dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan Gubernur Sumsel terhadap 9 rancangan peraturan daerah (Raperda) Provinsi Sumsel di ruang rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (17/5/2021).

Rapar paripurna yang di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, Muchendi Mahzareki didampingi oleh Kartika Sandra Desi, Giri Ramandha N Kiemas serta Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, para anggota DPRD Sumsel, OPD, serta tamu undangan lainnya secara langsung maupun virtual.


Adapun Raperda dimaksud adalah:
1. Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
2. Raperda tentang Perubahan atas Perda No. 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan BUMD Bidang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi
3. Raperda tentang BUMD SPAM Regional Sumsel
4. Raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda No. 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah
5. Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Sumsel
6. Raperda tentang perubahan atas Perda No.1 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel Tahun 2019-2023
7. Raperda Tentang Perubahan Kedelapan atas Perda No. 4 Tahun 2021 tentang Retribusi Jasa Usaha
8. Raperda tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumsel
9. Rancangan Perda tentang Fasilitasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Muchendi Mahzareki mengatakan, pihaknya telah menyampaikan semua pokok-pokok pikiran dan masukan kepada pihak eksekutif terhadap 9 raperda yang akan di bahas selanjutnya.

“Mudah-mudahan dalam waktu beberapa hari ini melalui pertanyaan kita dan juga masukan kita ada jawaban dari gubernur Sumsel,” kata Muchendi.

Selain itu, pihaknya juga sudah membagi 9 Raperda itu kepada masing-masing panitia khusus (Pansus) di DPRD Sumsel.

“Ada lima pansus yang akan membahas raperda yang sudah di ajukan oleh pihak eksekutif. Jadi ada yang tiga raperda mereka bahas, ada yang satu, ada ada yang dua, artinya 9 raperda ini sudah di serahkan kepada masing-masing pansus nya. Sehingga dengan harapan teman teman yang ada di pansus bisa melakukan perubahan sesuai dengan raperda nya dan juga membuat raperda baru yang itu ada empat,” ungkapnya.

Dijelaskan politisi partai Demokrat Sumsel ini, dari 9 raperda tersebut ada 4 raperda baru yakni raperda tentang keuangan daerah, penyalahgunaan narkoba, dinas lingkungan hidup dan pembentukan spam daerah untuk PDAM.

Ia berharap, adanya raperda baru ini bisa mengamankan aset yang dimiliki Pemprov Sumsel, sekaligus memberikan masukan kepada pihak eksekutif bagaimana menunjuk orang-orang yang kompeten di bidangnya, yang bisa menjaga aset-aset.

“Harapan kita dengan raperda baru ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, seperti raperda pembuatan spam bumd baru di daerah,” jelasnya.

“Untuk narkoba kita tahu ini sudah sampai ke desa-desa, bukan cuma kota besar. Harapan nya kita gali lebih dalam apa yang menjadi tanggapan gubernur, karena undang-undang narkotika kita sudah miliki. Dengan raperda ini apakah bisa dirasakan dengan masyarakat, ini yang akan kita gali lagi sehingga perda ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya. (Adv)

Komentar

Headline